Home » » STIKES Muhammadiyah Kudus Jalin Kerjasama dengan Thailand

STIKES Muhammadiyah Kudus Jalin Kerjasama dengan Thailand

Written By KHAIRIL ALKUDUS on Jumat, 25 April 2014 | 12.55


STIKES Muhammadiyah Kudus mulai mengembangkan kerjasama dalam bidang pendidikan kesehatan dengan Sirindhorn College of Healthy, Thailand. Kerjasama ini menurut Ketua Stikes Muhammadiyah Kudus, Rustono, merupakan bentuk pengembangan hubungan dengan pihak luar yang akan di mulai bulan September 2014.''Kerjasama ini untuk menambah jaringan sekolah serta mengukur tingkat keberhasilan pendidikan dengan sekolah kesehatan di luar negeri,'' katanya saat kunjungan tim dari Sirindhorn College, Selasa (22/4).Kerjasama ini akan memuat pertukaran mahasiswa dan dosen, serta sharing penelitian. Realisasi kerjasama ini diperkirakan akan dimulai September dan berlangsung selama lima tahun.  ''Rencananya kita akan bertukar hasil penelitian yang dipublikasikan lewat jurnal kami,'' katanya.Dengan kerjasama ini, pihaknya juga akan mempelajari ilmu kesehatan kekhususan yang dimiliki perguruan tinggi tersebut, yakni rawat gigi dan terapi pijat. Dua kekhasan dari Sirindhorn College ini yang menjadi target pengembangan ilmu kesehatan di STIKES Muhammadiyah Kudus. Mereka juga akan saling mempelajari pengobatan herbal dari Thailand dan sebaliknya. Pengobatan herbal yang menjadi tren saat ini akan menjadi target pengembangan di kampusnya.''Kesehatan menjadi hal terpenting yang perlu dikembangakan agar dapat metode penyembuhan yang paling baik dan dengan efek samping terkecil,'' katanya.Dr Anoop Sonthichai, deputy director of academy affairs, Sirindhorn College of public health, Suphanburi, Thailand, mengatakan, pihaknya memang memiliki target untuk mengembangkan ilmu kesehatan melalui hubungan kerjasama dengan sekolah-sekolah kesehatan di luar negaranya. Tujuannya untuk mempelajari ilmu yang belum dikembangkan di Thailand.  Seperti hubungan dengan sekolah kesehatan di Indonesia, ia akan mempelajari tipe-tipe penyakit tropis dan penangannya. Ia juga akan banyak belajar mengenai pengobatan herbal di Indonesia.''Bentuk kerjasama lainnya adalah tentang kebudayaan,'' pungkasnya.

Sumber : www.stikesmuhkudus.ac.id
Share this article :

Posting Komentar