Home » » Jelang Lebaran, RS Aisyiyah Kudus Intensifkan IGD

Jelang Lebaran, RS Aisyiyah Kudus Intensifkan IGD

Written By KHAIRIL ALKUDUS on Minggu, 28 Juli 2013 | 09.51


Sebagai persiapan untuk menyambut Lebaran, RS Aisyiyah Kudus saat ini tengah menyiagakan instalasi gawat darurat (IGD) dan rawat inap lebih intensif dari hari biasa. Sebab kedua layanan tersebut seringkali banyak dibutuhkan saat Lebaran, seperti pengalaman tahun lalu.
Direktur RS Aisyiyah Kudus, dr Fuad Alhamidy MKes ARS saat ditemui kemarin menjelaskan, sebenarnya persiapan pelayanan pasien disaat Lebaran tidak jauh beda seperti layanan sehari - hari. Tetapi saat Lebaran nanti yang layanan  IGD dan  rawat inap lebih diintensifkan.
"Hal ini biasanya untuk menangani mereka yang sakit saat perjalanan mudik, sebagai bentuk pertolongan awal," katanya.
Disamping itu pihaknya juga menyiagakan tenaga medis spesialis hampir di semua bidang, seperti bedah, maupun persalinan.
"Mereka bertugas secara dengan sistem shif, disesuaikan dengan jadwal," ujarnya.
Terkait layanan lainnya, Fuad mengatakan, tetap buka seperti biasanya sehingga masyarakat tidak perlu khawatir jika akan berobat.
"Pelayanan masih seperti biasanya 24 jam, hanya saja lebih diintensifkan, terutama pelayanan di IGD karena biasanya banyak dibutuhkan saat Lebaran," terangnya.
Mengenai sarana perlengkapan medis serta obat - obatan yang tersedia, pihaknya menjelaskan, secara umum sudah cukup. "Semua sudah tersedia, jadi masyarakat yang berobat tidak perlu ragu," jelasnya.
Pantura Timur
Pihaknya menambahkan, RS Aisyiyah bisa dikatakan sebagai rumah sakit utama di wilayah pantura timur. Sehingga tak heran pasien yang datang disaat Lebaran biasanya mereka yang berasal dari luar kota.
"Catatan medis di tempat kami tidak sedikit pasien yang datang beralamat dari Jakarta, Tangerang Bogor. Karena rata - rata mereka adalah masyarakat yang melakukan perjalanan ke arah Surabaya dan singgah ke Kudus karena mungkin sakit di tengah perjalanan," ungkapnya.
Mengenai jenis penyakit yang dialami pasien pada saat kondisi gawat darurat, ia menjelaskan masih pada seputar pencernaan dan sebagian infeksi saluran pernafasan.
"Kemungkinan hal itu diakibatkan karena terlalau kecapekan dan pola makan tidak teratur saat perjalanan," tandasnya.


Share this article :

Posting Komentar