Kabar Persyarikatan
ISLAM
Kabar Daerah Kudus
Latest Post
Pendaftaran Mahasiswa Baru UMKU 2019-2020
Written By KHAIRIL ALKUDUS on Kamis, 28 November 2019 | 16.58
Pemuda Muhammadiyah: Jakarta Post Ada Agenda Memancing Gejolak Sosial
Written By KHAIRIL ALKUDUS on Rabu, 09 Juli 2014 | 14.53
Karikatur yang dimuat di harian Jakarta Post edisi Kamis, 3 Juli 2014, menuai kecaman dari berbagai pihak. Termasuk dari organisasi masyarakat (ormas) Muhammadiyah. Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay, meminta pihak Jakarta Post menjelaskan tujuan dan target dari pembuatan karikatur tersebut.
"Yang perlu dijelaskan oleh Jakarta Post adalah tujuan dan target mereka dalam memublikasikan karikatur tersebut," ujar Daulay saat dihubungi Republika Online, Senin (7/7).
Dia mengatakan, redaksi koran berbahasa Inggris tersebut harus menjelaskan agenda yang ada dari pihak redaksi terkait karikatur tersebut. "Misalnya, apakah Jakarta Post sengaja memancing gejolak sosial di tengah ketatnya persaingan dalam pilpres yang akan segera digelar," katanya.
Ia menambahkan, jika pihak Jakarta Post memiliki agenda seperti itu maka perlu dilakukan pemeriksaan secara intensif terhadap awak redaksi. "Bagaimanapun, tindakan mereka bisa dinilai mengancam keamanan dan ketertiban menjelang pilpres," paparnya.
Jakarta Post memuat karikatur dengan gambar simbol Islam dalam ukuran yang cukup besar di rubrik Opini. Itu setelah karikatur tersebut menggambarkan bendera berlafaz 'laa ilaha illallah' dengan logo tengkorak yang terpasang di bendera.
Tidak sekadar itu, lafaz tahlil tersebut dipadukan dengan bendera tengkorak khas bajak laut. Kemudian, tepat di tengah tengkorak, tertera tulisan 'Allah, Rasul, Muhammad'.
Gambar tersebut memuat karikatur dalam beberapa adegan. Adegan pertama menampilkan lima orang dalam posisi berlutut dengan mata tertutup kain dalam posisi berlutut di tanah dan tangannya terikat di belakang dalam posisi ditodong senjata.
Di belakang ke lima orang itu berdiri seorang pria berjenggot serta bersorban sambil mengacungkan senjata laras panjang ke arah mereka, seolah-olah siap melakukan eksekusi.
Bapak Sosiologi Ibnu Khaldun Lahir
Written By KHAIRIL ALKUDUS on Senin, 30 Juni 2014 | 10.55
Ibnu Khaldun, seorang sosiolog, sejarawan dan politisi muslim termasyhur terlahir ke dunia. Ibnu Khaldun lahir di Tunusia pada tanggal 1 Ramadan tahun 732 H.
Kehidupan Ibnu Khaldun dapat dibagi ke dalam tiga periode. Periode pertama adalah masa ketika Ibnu Khaldun menuntut berbagai bidang ilmu. Dalam periode kedua kehidupannya, Ibnu Khaldun terjun ke dunia politik dan sempat menjabat berbagai posisi penting kenegaraan. Namun, akibat fitnah dari lawan politiknya, Ibnu Khaldun dijebloskan ke dalam penjara.
Setelah keluar dari penjara, dimulailah periode ketiga kehidupan Ibnu Khaldun, yaitu berkonsentrasi di bidang penelitian dan penulisan. Karya-karya Ibnu Khaldun yang terkenal di antaranya berjudul 'Tarikh Ibnu Khladun' atau Sejarah Ibnu Khladun yang terdiri dari tujuh jilid. Kitab ini juga memuat bab pendahuluan yang terperinci dan terkenal dengan judul Mukadimah Ibnu Khaldun.
Cendekiawan besar muslim ini meninggal dunia pada tahun 808 H.
sumber : www.detik.com
Penjelasan Muhammadiyah Soal Perlunya Beralih dari Metode Rukyah ke Hisab
Metode penentuan awal Ramadan dan Syawal antara Muhammadiyah dan pemerintah bersama Nadhlatul Ulama (NU) dan ormas Islam lainnya sudah lama berbeda.
Muhammadiyah menentukan awal bulan hijriyah terutama Ramadan dan Syawal dengan metode hisab, sedangkan pemerintah menggunakan metode rukyah. Muhammadiyah menilai ada beberapa faktor yang bisa dijadikan pertimbangan untuk beralih dari rukyah ke hisab untuk penetapan jatuhnya waktu-waktu ibadah umat Islam di tempat lain yang jauh letaknya dengan semananjung Arabia.
Dalam keterangan tertulis 'Peralihan kepada Hisab adalah Pilihan yang Tidak Mungkin Ditawar Lagi dan Sah Adanya' milik Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang diperoleh detikcom, Jumat (27/6/2014), seiring dengan penyebaran umat Islam di berbagai belahan bumi, penggunaan rukyah dianggap tidak lagi memadai bahkan menimbulkan problem dalam penepatan jatuhnya hari ibadah Islam. Hal ini dikarenakan rukyah lingkup visibilitasnya terbatas dan tidak meliputi seluruh permukaan bumi saat visibilitas pertama.
Mustahil seluruh muka bumi dapat mengalami rukyah pada hari pertama penampakan hilal. Sehingga tidak jarang terjadi perbedaan jatuhnya hari Arafah antara Makkah dan kawasan lain di dunia yang jauh dari Arab Saudi. Oleh karenanya, Ketua bidang Tarjih, Tajdid dan Pemikiran Islam Muhammadiyah Prof Dr Yunahar Ilyas menganggap metode hisab jauh lebih rasional dan matematis.
"Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal. Kalau ini kan basisnya observasi dilihat kalau kita eksistensi. Kalau sudah ada enggak perlu dilihat," ujar Yunahar di kantor Kementerian Agama, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (27/6/2014).
"Usul Muhammadiyah kalau mau disatukan harus beralih ke 1 hisab yang mana saja, enggak mungkin dengan rukyah," lanjut Yunahar.
Dia beralasan, rukyah tidak dapat memberikan kepastian jatuhnya awal bulan baru jauh hari sebelumnya. Hal ini bisa berakibat menimbulkan kekacauan pelaksanaan acara tertentu.
Selain itu, terdapat beberapa alasan mengapa pentingnya beralih dari rukyah kepada hisab dalam cara menentukan awal bulan Qamariah, yaitu:
1. Demi menyatukan jatuhnya hari Arafah antara Makkah dan kawasan-kawasan bumi yang jauh agar dapat melaksanakan ibadah puasa sunat Arafah tepat pada momen sesungguhnya;
2. Demi mewujudkan adanya kalender Islam pemersatu dengan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia yang hanya bisa dibuat dengan berdasarkan hisab;
3. Agar kita dapat memastikan jatuhnya tanggal bulan Qamariah baru, khususnya Ramadan dan Syawal jauh hari sebelumnya, sehingga dapat merencanakan aktivitas dengan rapi.
Namun tak dapat dipungkiri, hingga kini sebagian besar umat Islam belum memahami realitas alam ini bahkan sebagian menganggap peralihan dari rukyah ke hisab itu berarti menyalahi sunnah Rasulullah SAW dan meninggalkan mazhab yang selama ini dipegang.
Meski demikian, Yunahar mengingatkan tetap perlu saling toleransi terhadap perbedaan ini. Terutama memasuki 1 Ramadan 1435 Hijriah ini, di mana Muhammadiyah telah menetapkan lebih dulu puasa Ramadan dimulai pada Sabtu (28/6).
"Tetap menjaga toleransi dan hormati teman-teman yang berpuasa lebih awal. (Besar harapan kami) bisa diteruskan dialog ilmu sehingga bisa dicapai 2 titik ini, sehingga enggak tahu kapan bisa ditemukan 2 metode yang memuaskan 2 kelompok," pungkasnya.
Sumber : www.detik.com
Masjid Pertama Denmark Dibuka di Tengah Kontroversi
Written By KHAIRIL ALKUDUS on Kamis, 26 Juni 2014 | 16.02
COPENHAGEN-- Denmark adalah rumah bagi sekitar 226.000 muslim. Banyak dari mereka anak-anak pendatang yang telah tiba sejak 1960-an. Banyak dari mereka berharap masjid dan pusat kebudayaan Islam disatukan akhirnya diterima setelah puluhan tahun terpinggirkan.
Tetapi para politisi senior dan anggota keluarga kerajaan Denmark yang diundang untuk upacara pembukaan pada Kamis menjauh di tengah kekhawatiran bahwa organisasi di balik Masjid tersebut, the Danish Islamic Council (DIR), mempromosikan interpretasi yang konservatif terhadap Islam.
Masjid yang didanai oleh sumbangan dari Hamad bin Khalifa al Thani, mantan emir Qatar, kritikus mengutip kaitan ideologis yang diduga antara DIR dan Ikhwanul Muslimin.
Sementara itu, liputan media pada malam menjelang pembukaan terfokus pada komentar yang dilaporkan oleh surat kabar Jyllands-Posten, yang memicu kemarahan Muslim di seluruh dunia pada tahun 2005. Mohamed al-Maimouni, juru bicara utama DIR, mengatakan kepada Al Jazeera itu mengecewakan bahwa para politisi memilih untuk menjauh.
"Ini adalah hari bersejarah bagi umat Islam di Denmark dan mengirimkan sinyal yang sangat negatif," kata al-Maimouni.
"Kami adalah bagian dari masyarakat dan kami bangga menjadi Denmark. Kami memiliki latar belakang agama kami, tapi itu tidak ada hubungannya dengan menjadi warga negara yang baik dan berpartisipasi secara positif dalam masyarakat ini".
Al-Maimouni mengatakan kompleks masjid, resmi dikenal sebagai Hamad Bin Khalifa Civilisation Centre, berdiri sebagai simbol identitas Danish-Muslim yang berkembang. Bangunan memiliki campuran elemen umum dari Skandinavia tradisional dan arsitektur Islam seperti jaringan bersih dan bentuk kesederhanaan, sementara warisan Eropa Moor-mengilhami referensi hiasan batu interior masjid Islam.
"Kami selalu mengatakan bahwa kami harus memiliki sebuah masjid Denmark, dan bukan masjid Mesir, atau masjid Qatar, atau sebuah masjid Maroko," kata al-Maimouni. "Semua perabotan adalah desain Denmark."
Akan tetapi sebuah protes yang direncanakan pada hari Kamis di luar masjid oleh anggota Stop Islamisasi Denmark (Siad), suatu kelompok pinggiran kelompok sayap kanan, dilarang oleh polisi dengan alasan bahwa itu beresiko memicu kerusuhan.
Yildaz Akdogan, perwakilan lokal dari Partai Sosial Demokrat, kata politisi harus berdiri dalam solidaritas dengan Muslim Denmark serta terlibat dalam dialog dengan kelompok-kelompok Muslim tentang isu-isu di mana mereka tidak setuju.
"Hal ini penting bagi para politisi untuk mengirim sinyal ke seluruh umat Islam di Denmark bahwa kami menerima Islam dan kami memiliki kebebasan beragama di negara kita," kata Akdogan Al Jazeera.
sumber : www.republika.co.id
Masjid Terbesar Ketiga Dunia Bakal Didirikan di Barcelona
Written By KHAIRIL ALKUDUS on Rabu, 25 Juni 2014 | 12.43
BARCELONA -- Emir Qatar, Syeh Tamim bin Hamad Al Thani, dikabarkan telah menawarkan investasi sebesar 2,99 miliar dolar AS selama lima tahun untuk mengubah arena adu banteng Monumental Barcelona menjadi masjid dengan daya tampung 40 ribu jamaah.
Jika rencana pembangunan tersebut terwujud, maka Masjid ini bakal menjadi yang terbesar di Eropa.Masjid ini nantinya akan dilengkapi menara setinggi 300 meter, ruang pertemuan yang luas, pusat studi Alquran berkapasitas 300 orang, serta sebuah museum seni dan sejarah Islam.
Masjid ini juga bakal menjadi yang terbesar ketiga di dunia, selain Masjid Al Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.Arena Monumental Barcelona dibuka pada 1914. Tempat ini tidak saja menjadi terkenal sebagai ajang adu banteng, melainkan juga sebagai lokasi pergelaran konser musik akbar di Catalunya.
Di antara sederet nama musisi terkenal yang pernah mengadakan pertunjukan di sana di antaranya adalah The Beatles, The Rolling Stones, Bob Marley, dan Bruce Springsteen. Meskipun belum ada konfirmasi dari Kelompok Balana selaku pemilik Arena Monumental, namun media Spanyol 20 Minutos melaporkan bahwa mereka telah menyetujui penjualan bangunan tersebut.
“Tahap selanjutnya yang harus dilalui adalah mengamankan kesepakatan dengan dewan kota setempat,” tulis harian tersebut, seperti dilansir World Bulletin, Selasa (25/6).
Barcelona adalah satu-satunya kota besar di Eropa yang tidak memiliki masjid meskipun komunitas Muslim di sana cukup besar. Pemilik Barcelona Arabic Book Shop, Mowafak Kanfach mengatakan, hukum yang berlaku di Barcelona mengatur bahwa setiap orang memiliki hak untuk menjalankan ibadah di tempat yang bermartabat, bukan di tempat-tempat komersial
.“Warga (Barcelona) mesti berbangga hati karena umat Islam akan mengubah tempat yang kerap digunakan untuk menyakiti banteng-banteng ini menjadi pusat keagamaan. Saya yakin, ini juga akan menjadi daya tarik wisata yang besar nantinya,” ujar Kanfach.
Karena Piala Dunia, Cesar Jadi Mualaf
Written By KHAIRIL ALKUDUS on Selasa, 24 Juni 2014 | 15.37
Seorang pendukung sepak bola yang ikut menyaksikan perhelatan Piala Dunia Brasil menyatakan masuk Islam. Pria bernama Cesar itu memutuskan menjadi mualaf setelah menerima pencerahan dari tim dakwah Islam asal Inggris, Islamic Education and Research Academy (IERA).
Dilansir OnIslam.net, IERA membuka stan atau galerinya di Sao Paolo sejak Piala Dunia mulai digelar pada 12 Juni lalu. Sebelum masuk Islam, Cesar sudah berulangkali menjumpai tim dakwah tersebut di kota itu.
"Cesar datang ke stan IERA di Sao Paolo sebanyak empat kali. Selanjutnya dia menyatakan syahadat yang dibimbing langsung oleh Presiden Dewan Urusan Islam Brasil, Syeh Khaled Taky El Din," tulisOnIslam.net, Ahad (22/6).
Berikut adalah link video yang berisi detik-detik ketika Cesar mendeklarasikan dirinya menjadi seorang Muslim.
Bersamaan dengan kegiatan dakwah IERA, Federasi Asosiasi Muslim Brasil (Fambras) juga telah meluncurkan program bertajuk 'Salam Brazil' untuk menyiarkan Islam selama Piala Dunia 2014. Kegiatannya, antara lain, membagikan buku panduan Islam kepada para wisatawan Muslim yang datang ke negeri Samba itu.
Sumber : www.republika.co.id
Langganan:
Komentar (Atom)







