Home » » Belum Mendengar Suara Adzan di Sao Paulo

Belum Mendengar Suara Adzan di Sao Paulo

Written By KHAIRIL ALKUDUS on Minggu, 15 Juni 2014 | 12.39


Penerbangan dari Jakarta ke Sao Paulo yang memakan waktu lebih dari 24 jam plus perbedaan waktu antara Indonesia dan Brasil sering membuat siapa saja yang datang ke Brasil kehilangan orientasi waktu.
Belum lagi persoalan jetlag dan jam biologis yang kadang masih sulit mengikuti waktu di Sao Paulo yang lebih lambat 10 jam dari Jakarta.
Bagi saya dan teman-teman jurnalis lainnya yang beragama Islam tentu harus bisa menyesuaikan waktu untuk menjalankan ibadah shalat lima waktu. Kami pun harus bisa mengira-ngira kapan waktu untuk shalat dan arah kiblat yang tepat.
Saya masih ingat ketika pertama kali menginap di Diadema, Sao Paulo, Ahad (8/6), sekitar pukul 05.00 waktu setempat saya membangunkan rekan jurnalis dari koran lokal di Bandung, Irfan, untuk shalat Subuh. Kebetulan saya satu penginapan dengan Irfan.Ketika saya mencoba membangunkan Irfan, tiba-tiba ia nyeletuk,”Nanti saja shalatnya, belum ada suara adzan ….”

Mendengar jawaban Irfan, kontan saya tertawa terbahak-bahak. Bagaimana tidak, kami saat ini tinggal di Diadema yang mayoritas penduduknya beragama Katolik. Jangankan masjid, mencari satu orang yang beragama Islam saja di sini seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami. ”Sampai waktunya shalat Isya pun tak akan terdengar suara adzan, kecuali kita sendiri yang mengalunkannya,” ujar wartawan Republika Online, Endro Yuwanto.

sumber : mentarinews.co.id
Share this article :

Posting Komentar