Hingga kini tim dari Balai Peninggalan cagar Budaya (BPCB)
Jateng masih mencari formula yang tepat untuk perawatan material Menara Kudus
yang rentan terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh dinamika kondisi, utamanya
soal pengaruh cuaca serta material lainnya yang terkontaminasi dengan material
bangunan situs bersejarah tersebut.
Koordinator pemugaran dari BPCB Jateng, Rabiman kemarin
mengungkapkan formula tersebut cukup penting untuk perawatan serta menjaga
keutuhan Menara Kudus agar tidak mudah rusak. "Umumnya persoalan yang
terjadi melestarikan situs sejarah masih seputar perawatannya, dan hal ini
seringkali belum banyak diketahui," katanya.
Pihaknya menjelaskan, khusus untuk situs yang terbuat dari
batu bata memang jauh lebih sulit perawatannya dibandingkan dengan dengan situs
yang materialnya berbahan baku kayu maupun batu andesit justru lebih mudah.
"Dari jenis materialnya saja sudah berbeda maka kami perlakukan sesuai
dengan sifat dari material tersebut," jelasnya.
Mengenai manfaat pemberian formula untuk perawatan tersebut
pihaknya menjelaskan, hal ini lebih kepada pencegahan terjadinya pengeroposan
material yang terjadi karena terkontaminasi dengan berbagai material lainnya.
"Selama ini memang musuh utama memang pengeroposan, oleh karena itu perlu
diminimalkan," terangnya.
Ia berharap jika formula tersebut sudah ditemukan bisa
diaplikasikan secara mandiri, artinya pengelola situs purbakala bisa
menggunakannya sendiri. "Tentunya dengan pengawasan serta rekomendasi dari
BPCB Jateng," tandasnya.
Sumber : www.suaramerdeka.com


Posting Komentar