Home » » Mayoritas Sarjana Indonesia Masih Pencari Kerja

Mayoritas Sarjana Indonesia Masih Pencari Kerja

Written By KHAIRIL ALKUDUS on Kamis, 12 Juni 2014 | 14.44


Mayoritas sarjana dan lulusan sekolah menengah atas masih memosisikan diri sebagai pencari kerja. Meski demikian, pada zaman sekarang, para pencari kerja tersebut sudah memanfaatkan teknologi digital untuk mendapatkan pekerjaan incaran mereka. Para pencari kerja juga memanfaatkan ajang pameran ketenagakerjaan atau bursa kerja. 


Pada sisi lain, perubahan perilaku ini juga menjadi peluang perusahaan pencari pekerja memanfaatkan dunia digital dan pameran tersebut. Catatan perusahaan careerbuilder, sebuah perusahaan penyedia lowongan pekerjaan menunjukkan potensi pasar di bidang ini masih sangat besar. Apalagi, perusahaan itu mengutip data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebagaimana pernyataan CEO-nya Franz Dirgantoro, Rabu (11/6/2014), sekitar 60,78 persen lulusan SLTA dan 83,18 persen sarjana atau lulusan perguruan tinggi masih berminat tinggi menjadi pekerja. Angka ini pun diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa hingga 2013, jumlah penganggur di Indonesia sudah mencapai 7,17 juta orang. 

Setiap tahun, papar Franz, penggunaan media digital dan internet untuk mencari pekerjaan semakin meningkat. Sementara konvergensi teknologi dan informasi (TI) membantu mempermudah pemburu pekerjaan dan penyedia pekerjaan mendapatkan manfaat sama satu sama lain. Caranya pun lebih efisien ketimbang cara lama, yakni mencari lowongan kerja di media cetak.

Termutakhir, terang Franz, pihaknya akan menghelat Career and Higher Education Fair pada 13–14 Juni 2014. Menurut dia, segala informasi ihwal penyelenggaraan itu sudah terangkum dalam laman careerbuilder.co.id. "Hal ini yang bisa dimanfaatkan untuk kedua belah pihak, pencari dan penyedia lowongan pekerjaan," demikian Franz Dirgantoro.
Share this article :

Posting Komentar